Jakarta Ketika memiliki mobil baru, kita berusaha
untuk selalu merawat dan membawanya ke bengkel untuk diservice setelah
dipakai perjalan jauh. Sayang, perhatian ini berbanding terbalik terhadap
pelayanan dan perawatan yang kita berikan untuk jantung sendiri.
"Usai melakukan perjalanan tiap 10.000 kilometer, kita langsung service ke bengkel. Giliran jantung, entah kapan kita melakukan pengecekkan ke dokter. Memang, tanpa disadari kita lebih sayang mobil ketimbang jantung sendiri," kata Spesialis Jantung Rumah Sakit Mayapada Jakarta, dr. Achyar, SpJP(K), FIHA dalam seminar bertema 'Jakarta Cardiovaskular Summit 2014' di The Ritz-Carlton Hotel, Kuningan, Jakarta, Sabtu (17/5/2014)
Padahal, kata dia, jantung yang berfungsi sebagai pompa telah berdenyut selama bertahun-tahun melebihi angka kilometer yang ada di mobil. Namun, kesadaran untuk melakukan pengecekkan jantung sendiri masih sangat rendah.
"Pasien saya, tidak ada tuh, yang setiap enam bulan melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan jantung, dan meminta untuk dilakukan pengecekkan menggunakan treadmill. Chek up untuk kesehatan diri sendiri saja malas, tapi untuk kendaraan pribadi, tidak," kata Achyar menambahkan.
Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara ini menjelaskan, denyut jantung normalnya adalah 60 sampai 100 kali per menit. Rata-ratanya mencapai 80 kali per menit.
Bayi yang baru lahir saja, memiliki denyut jantung sebesar 115.200 kali dengan hitungan 80 kali 60 kali 24. Bayangkan saja, bila itu dikalikan usia kita saat ini.
"Cara mudahnya begini saja. Dalam 1 tahun, bila dikalikan totalnya mencapai 41.472.000 kali. Angka itu, kalikan saja dengan usia kita saat ini," kata dia menerangkan.
See more at: http://health.liputan6.com/read/2050953/sayangi-jantung-seperti-kita-menyayangi-mobil-pribadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar